Setelah merenung, dan memperhatikan kondisi, saya memutuskan untuk menulis tentang judul ini. SAYA BERTUJUAN MENULIS HANYA UNTUK SEKADAR BERPENDAPAT, MURNI PENDAPAT SAYA PRIBADI, TANPA MAKSUD MENYINDIR SALAH SATU PIHAK DEMI ALLAH. Baiklah, saya akan langsung bahas saja.
Reformasi, apa yang anda pikirkan saat pertama kali mendengar kata itu? Perubahan? atau kekuasaan? atau mungkin, perbaikan sistem? Banyak spekulasi yang muncul saat mendengar kata itu. Tapi, menurut saya, hanya kata kedua saja yang bisa dijadikan definisi bagi reformasi di Indonesia ini. Mengapa saya berani mengatakan hal seperti itu? Nyata di hadapan kita saat ini, bahwa negara sedang kacau. Pemerintah yang menyalahgunakan kekuasaan, hanya demi kepuasan mereka! RUU KPK, yang berindikasi melemahkan KPK dan RKUHP yang berisi pasal yang kontroversial pun hampir di sahkan. (Jujur demi Tuhan, saya sangat berharap hal ini tidak terjadi). Kita ambil contoh, Pasal penghinaan presiden. Kalau kita berkaca pada asas negara ini, yang menganut demokrasi, saya rasa tidak ada masalah dalam mengkritik presiden, karena memang, kita kembali pada hakikat sebagai berikut: "Presiden juga manusia, dan manusia pastilah pernah melakukan satu dua kesalahan, dan manusia tidak ada yang sempurna" (karena sempurna itu hanya Allah dan lagu Andra and the Backbone) jadi tidak ada masalah jika kita ingin mengkritik presiden, selama kritik itu tidak asal mengkritik, dan disertai saran yang membangun. karena di asas demokrasi sendiri pun dikatakan, bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, bahkan ada ungkapan dalam bahasa latin, yang artinya, 'suara rakyat adalah suara Tuhan'. Ini hanya perumpamaan saja, maksud saya disini adalah, Bagaimana suara Tuhan mau didengar, sedangkan suara rakyat saja tidak mau didengar? Kemudian timbul masalah baru, mahasiswa demo. Ketika mereka berdemo, menyuarakan aspirasi masyarakat, mereka diaggap bar-bar, tidak beradab, dan menentang pemerintah! Padahal, mereka hanya ingin menyampaikan suara rakyat, yang merasa dirugikan. Saya berharap, semoga pemerintah bisa lebih bijak dan mendengar suara rakyat, karena para pegawai pemerintahan, makan uang rakyat, yang otomatis mereka harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang mereka kerjakan pada rakyat, terutama pada Tuhan, karena semua pasti akan menerima balasan dari Tuhan atas apa yang mereka kerjakan.
Semoga bermanfaat dan menginspirasi, dan saya tekankan sekali lagi, DEMI ALLAH, INI HANYA SEKADAR PENDAPAT PRIBADI, TANPA MAKSUD MENYINDIR DAN MEMBELA SATU PIHAK. Ciao..