Selasa, 21 Januari 2020

Zero Waste, Selamatkan Bumi, Ciptakan Kreasi

Setelah berjibaku dengan tugas saya di bidang media, (as a radio announcer, and another job that belong to me then) saya dapat kembali menyapa pembaca sekalian dengan salah satu topik bahasan yang menarik dan mendorong. Kenapa saya bilang begitu? Kali ini, saya akan membuat post yang menarik untuk dibaca, dan juga (semoga) bisa mendorong pembaca untuk lebih mencintai saya alam. Langsung saja, kita ke TKP!
Beberapa hari yang lalu, saya diajak untuk datang ke salah satu acara yang diselenggarakan oleh 107,9 RDK FM UIN Jakarta. Acara itu dilaksanakan di Panti Asuhan Al-Mubarokah, di kawasan Tangerang Selatan. Di sana, saya bersama teman-teman dari RDK FM mengadakan acara bantuan sosial dan santunan kepada Panti Asuhan tersebut. Acara tersebut, tidak hanya sekadar memberikan santunan saja, namun, ada satu hal menarik di sana. Kami diajak untuk sama-sama menyelamatkan dia bumi. Yaitu dengan cara mengkreasikan botol bekas, menjadi barang yang bermanfaat. kalau kata Ibu Eni Saeni M.Ikom dari komunitas Plastik Untuk Kebaikan, kita bisa mengubahnya dengan membuat Eco Brick. (buat yang penasaran tentang apa itu Eco Brick, silakan klik linknya yaa) Selain membahas tentang cara mengolah sampah menjadi benda yang bermanfaat, Ibu Eni juga memberi tau akibat yang ditimbulkan, apabila kita suka membuang sampah sembarangan. Beliau mengatakan, apabila kita membuang sampah sembarangan, maka kita akan terkena bencana alam yang luar biasa, baik itu banjir, maupun bencana yang lainnya. beliau juga menyampaikan, tentang peranan media massa dalam mencegah bencana alam. Beliau mengatakan, peranan media massa, yaitu dengan berkoordinasi dengan instansi terkait (BMKG, BNPB, BASARNAS, dan lainnya) dalam menyebarkan informasi tentang perkiraan kapan bencana akan tiba kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengantisipasi dengan cara mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Saya atas nama pribadi dan admin blog ini berterima kasih kepada crew, dan keluarga besar 107,9 RDK FM, atas ilmu yang diberikan, dan juga mengapresiasi serta mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Bantuan Sosial di Panti Asuhan Al-Mubarokah.
Demikian, semoga bermanfaat dan menginspirasi. ciao..  

Kamis, 02 Januari 2020

First Post on 2020, Antara Semangat Baru, dan Duka Lama

Yas, saya kembali dapat menulis di blog ini lagi, setelah mencari topik bahasan yang sedang hangat diperbincangkan, sehangat air kopi yang baru diangkat dari coffee maker nya. So, this is my first post on 2020, isn't it? Now, let's talk about New year eve, and another viral thing in Indonesia.
2020, harapan baru, semangat baru. Semua berharap yang terbaik untuk mereka di tahun kabisat episode kali ini. Dari segala macam aspek kehidupan mereka. Namun, ada satu hal menarik, sekaligus mengundang duka mendalam bagi seluruh warga di Indonesia, terutama di kawasan Jabodetabek. Wilayah ini mengalami banjir yang luar biasa hebat. Menurut informasi yang saya dapatkan dari siaran di salah satu TV swasta pada siang hari tadi, curah hujan tanggal 1 Januari 2020 kemarin bisa dikatakan cukup parah dalam kurun waktu 24 tahun terakhir. Jujur, saya menyampaikan rasa duka cita saya yang mendalam, bagi para korban yang terkena banjir. Menurut informasi yang beredar, korban tewas ada 26 jiwa. (Sumber: BBC Indonesia) (untuk yang ingin tau faktanya, silakan klik tulisan BBC Indonesia ya). Semoga saja, ini tidak terus bertambah. Saya akan membahas juga, mengenai perbedaan pendapat antara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dengan pemerintah pusat, dalam hal ini, bapak menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. Sebenarnya, tidak masalah dengan perbedaan itu, tapi, yang saya harapkan, adalah pemerintah mampu berkoordinasi, baik dari pusat, dan daerah, guna membantu dan bersatu menanggulangi bencana yang ada di Jabodetabek, bukannya saling menjatuhkan. Yang tidak kalah penting juga adalah bagaimana masyarakat juga ikut membantu pemerintah dalam mencegah datangnya banjir. Jangan hanya bisa mengkritik pemerintah saja, namun juga harus memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah. Pemerintah pada dasarnya, menurut sistem demokrasi yang diungkapkan oleh Abraham Lincoln: demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat (from people, for people, by people). Jadi, kalau misalkan sudah memilih pemimpin, jangan hanya bisa memaki dan menganggap pemimpin itu tidak becus, namun juga harus ada kontribusi untuk membantu pemerintah.
Semoga tahun 2020 ini, mampu membawa berkah kebaikan bagi kita semua, dan bagi saudara-saudara yang terkena banjir, semoga cepat pulih kembali, sehingga dapat beraktivitas seperti biasa. Saya atas nama pribadi, dan admin blog ini, mengapresiasi orang-orang hebat, yang berjibaku dalam membantu korban banjir Jabodetabek, kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta, dan juga seluruh jajarannya. Semoga bencana ini cepat berlalu, dan kita dapat kembali beraktivitas normal seperti sedia kala. Ciao...

Bukan Sekadar Ijab Kabul: Menghidupkan Makna Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah dalam Pernikahan

 Hello world! Semoga sehat dan bahagia. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam pernikahan. ...