Rabu, 31 Juli 2019

Filosofi Jadwal Bus

Pasti kita semua suka naik bus, entah hanya untuk berkeliling kota, atau mungkin, menjadikan mobilitas kita sehari-hari. Menjadi suatu kepastian, bahwa kita pasti akan melihat jadwal yang tersedia di setiap halte untuk menunggu bus yang akan kita naiki. Namun, sadarkah kita bahwa sesungguhnya jadwal bus yang sering kita lihat itu memiliki suatu filosofi? Kali ini, saya akan coba mengupas secara tajam setajam silet (kok jadi acara gosip ya?) tentang filosofi jadwal bus. Here we go!
Jadwal bus, pastilah kita suka melihatnya di halte-halte bus di Jakarta, atau bahkan di terminal bus di seluruh Indonesia. Ternyata, sadarkah kita kalau ini mengingatkan kita, bahwa sesungguhnya kita sedang menunggu giliran? Jadwal bus dapat diibaratkan sebagai jadwal kita untuk menghadap Allah SWT. Apabila bus yang ingin kita naiki sudah tiba, pastilah kita langsung menaikinya, dan bus itu akan mengantar kita ke tujuan kita. Sama seperti ini, Apabila giliran kita menghadap Allah sudah tiba, maka kita akan langsung menghadap pada-Nya. bus pada ilustrasi kali ini dapat diumpamakan sebagai alam kubur, yang akan menghantarkan kita menuju keabadian alam akhirat.

Semoga bermanfaat dan mengispirasi, dan semoga ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua.. Ciao...

Senin, 29 Juli 2019

Pendewasaan Diri

Setiap orang, pasti akan menjadi tua. Namun, terkadang, banyak persepsi yang mengatakan bahwa menjadi tua sudah pasti menjadi dewasa. sebenarnya, menjadi dewasa tidak harus menunggu tua. Namun, sebelum kita menjadi tua, kita dapat menjadi dewasa. Nah, sebenarnya, dewasa itu seperti apa? Saya akan coba bahas secara singkat, padat, dan jelas (karena kalau terlalu dalam nanti susah keluar).
Dewasa.. mendengar kata itu, muncul berbagai macam persepsi, dari yang positif, atau mungkin yang negatif (you know what I mean right?) tapi, yang negatif ini tidak akan saya bahas, karena tidak sesuai dengan tujuan saya menulis blog ini. (kalau mau tau tujuan saya menulis blog ini, silakan buka tulisan saya berikut: First Post on this Blog) Owkey let's talk about this then..
Nama Saya Muhammad Febiandri Satya Ananda, saya masih berusia 20 tahun saat ini, dan ini hanyalah sekadar pendapat saya, tentang pendewasaan diri. Menjadi dewasa, itu merupakan suatu pilihan, mengapa begitu? Karena memang, nyatanya masih banyak orang yang berusia tua, yang bersifat kekanak-kanakan. Yang saya maksud kekanak-kanakan disini adalah, dia lalai atas tanggung jawabnya. Mengapa saya bisa bilang seperti itu? Karena memang, anak-anak belum terlalu paham akan arti sebuah tanggung jawab. Berikutnya, orang yang dewasa secara pikiran adalah, dia yang mampu memilih jalan hidupnya menuju arah yang baik, atau bisa dibilang, dia yang sudah benar-benar paham apa perbedaan hal yang baik dan buruk. Maksudnya adalah: dia mampu berpikir panjang, bahwa dia akan hidup dalam jangka waktu yang lama, dan tau, bahwa dia memiliki banyak hal yang harus dijaga, termasuk badan, hati, dan pikirannya sendiri. Yang terakhir, orang dewasa haruslah memiliki target dalam hidupnya.(untuk penjelasan tentang target, silakan klik link nya ya). Contoh begini: Saya harus lulus kuliah dengan IPK Minimal 3,75 atau Saya harus diterima bekerja di perusahaan itu. Itu adalah contoh target.
Intinya adalah: Kembangkan diri kita, untuk menjadi dewasa dan teruslah menginspirasi! Ciao...

Rabu, 17 Juli 2019

Sistem Pendidikan di Indonesia: Masalah dan Solusinya

Kali ini, saya tertarik untuk membahas tentang dunia pendidikan. Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan untuk berkecimpung di dunia ini (kalau tidak berkecimpung di dunia ini, percayalah, saya sudah berada di alam yang lain). Owkey, yang saya maksud dunia disini adalah dunia pendidikan, bukan dunia lain (karena kalau dunia lain, itu acara tentang makhluk ghoib). Permasalahan yang akan saya bahas secara singkat ini, (karena kalau bahasnya panjang kali lebar kali tinggi itu adalah rumus matematika) adalah tentang sistem pendidikan di sekolah, membangkitkan semangat peserta didik, atau malah membunuhnya? (maksud membunuhnya adalah membunuh semangatnya, karena kalau membunuh muridnya, insya Allah auto masuk hotel prodeo) dan juga tentunya, saya akan berikan solusi terhadap masalah ini. So, check this out guys!
Berbicara mengenai dunia pendidikan di Indonesia, tentunya banyak hal yang bisa dibahas. sistem pendidikan di Indonesia, bisa dikatakan merupakan 'warisan' dari zaman kolonial dahulu, dengan menganut sistem "wajar" (wajib belajar) 12 tahun, (dahulu 9 tahun), pemerintah kita berharap akan terciptanya generasi emas Indonesia yang maju, berprestasi dan menginspirasi. Program itu dicanangkan pemerintah dalam rangka menyambut "Indonesia Emas 2045". Program itu sendiri dicanangkan pemerintah dalam rangka 100 tahun kemerdekaan Indonesia ini. Permasalahan yang timbul adalah, apakah sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia ini membangkitkan semangat peserta didik, atau malah membunuh semangatnya? Mengapa saya bilang membunuh? Karena memang, banyak guru di negara kita tercinta ini, "mematikan" semangat dan cita-cita anak muridnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya guru yang mengharapkan anak didiknya memperhatikan penjelasan yang disampaikan. Belum lagi, kalau ada orang tua yang tidak mendukung cita-cita anaknya. Tentunya, ini sangatlah miris. Bukannya saya tidak setuju dengan sistem pendidikan ini, namun, alangkah baiknya, sistem pendidikan itu yang mendukung setiap keinginan anak didik di Indonesia ini.
Saya akan berikan ilustrasinya, Di sebuah kelas, ada seorang guru, dia tidak pernah memarahi anak muridnya ketika tidak ada yang memperhatikan dirinya menjelaskan. Satu ketika, ada anak murid yang bermain gitar saat dia sedang menjelaskan pelajaran. Lantas sang guru menghampiri anak yang sedang bermain gitar tersebut. Suasana kelas pun hening, seluruh kelas berpikir bahwa anak yang bermain gitar akan mendapatkan hukuman dari guru tersebut. Namun, apa yang terjadi? Guru tersebut berkata, "Nak, permainan gitarmu bagus, kapan mau rilis album musiknya? Nanti, Bapak minta ya? Bapak bangga punya anak murid yang pandai bermusik". Sontak saja, seisi kelas terkejut terheran-heran mendengar perkataan gurunya.
Tentunya, kenyataan yang kita hadapi sekarang ini, berbanding terbalik dengan apa yang saya sampaikan melalui ilustrasi diatas. Dimana mungkin sebagian guru, yang hanya menginginkan anak didiknya mampu menguasai kurikulum yang diajarkan, dan hanya mengejar target semata. Tentunya, ini sangat stagnan dalam arti, apabila kurikulum sudah tercapai, dan target sudah tercapai, tidak ada perkembangan skill kemampuan si anak murid. Karena memang, pada kenyataannya, skill lah yang akan lebih dominan untuk dipakai dimasa depan. Saya tidak bilang bahwa akademik itu tidak penting, namun, apabila skill dan akademik itu baik, maka Insya Allah, banyak orang yang bisa mewujudkan "Indonesia Emas 2045".
Sedikit solusi atas masalah ini, karena setiap ada masalah, harus diselesaikan dengan solusi (karena kalau mengatasi masalah tanpa masalah itu tagline pegadaian, dan kalau mengatasi masalah tanpa solusi itu tagline ILK alias Indonesia Lawak Klub). adalah:
1. Dukungan dari guru dan orang tua
Hal ini sangatlah penting, karena memang, tidak dapat dipungkiri dan tidak dapat dibantah, bahwa guru dan orang tua memiliki peran besar dalam kesuksesan anak murid. Pepatah arab mengatakan bahwa, orang tua menurunkan anak dari langit ke bumi, dan guru menaikkan anak dari bumi ke langit. maksud dari pepatah tersebut adalah: orang tua wajib mendampingi anak dengan memberikan support dan dukungan terhadap anaknya, dan guru wajib memberikan ilmu yang bermanfaat guna mendukung kesuksesan anak baik di dunia maupun di akhirat.
2. Dukungan dari pemerintah
Tentunya, ini tidak bisa dilupakan. Pemerintah sudah memberikan dukungan melalui program wajib belajar tadi, ditambah dengan Kartu Jakarta Pintar Plus, dan kartu Indonesia Pintar yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
3. Kemauan dari diri sendiri
Ini merupakan Inti dari seluruh solusi yang saya berikan, karena apabila tidak ada kemauan, maka tidak akan terealisasikan apa yang diimpikan.
Semoga bermanfaat dan menginspirasi.. ciao..

Minggu, 14 Juli 2019

Kecurangan yang Terkalahkan

Di post kali ini, saya akan sedikit cerita tentang hakikat kecurangan yang akan kalah. Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh dan tempat, itu di luar unsur kesengajaan. (udah kayak sinetron ya). 
Dahulu, ada seorang anak yang sangat tampan (kata yang ngarang sih begitu) namanya adalah Jono, lengkapnya, Jono Joni Jontor (kayak judul film lama ya?) Nah, Jono ini sangatlah berani dalam mengungkapkan pendapatnya, saking beraninya, dia kadang-kadang sedikit menyindir orang yang mengajaknya bicara. "Itu karena saya sedikit kritis dalam memandang satu masalah" katanya ketika dia ditanya mengapa dia bisa berani dalam berpendapat.
Satu ketika, desanya, yang bernama Desa Suka Kamu mengadakan pemilihan kepala desa. Ada 2 calon yang memperebutkan kursi kepala desa. Calon pertama bernama Mena, Lengkapnya, Menangislah Sebelum Menangis Itu Dilarang (aneh ya? udah kayak warkop DKI). sedangkan yang kedua bernama Ciro, Lengkapnya, Jaenuddin Ngaciro. 2 orang ini memiliki sifat yang berbeda, Mena adalah seorang yang amat tertib, dan jujur. sedangkan Ciro sebaliknya, dia suka melakukan kecurangan, tidak jujur, dan seorang yang bermulut besar. 2 orang ini sangat dikenal baik oleh Jono.
Satu ketika, Ciro menghasut masyarakat agar tidak memilih Mena sebagai kepala desa. Alasannya, karena Mena kurang berpengalaman dan hanya lulusan S1, sedangkan Ciro sudah menjadi professor dengan peringkat cumlaude. Akhirnya, warga yang mudah terhasut pun terpengaruh oleh omongan Ciro. Namun, pada saat pemilihan, Ciro kalah suara tipis sekali dengan Mena. Ciro yang terkejut terheran-heran menanyakan kepada pemilihnya, mengapa tidak semua warga memilih dia. Ada salah satu warga yang mengatakan bahwa Ciro hanyalah seorang pembohong besar dan kurang pantas menjadi kepala desa. Mendengar itu, Ciro pun kesal, dan bertanya tentang siapa yang memberi tahu hal itu. Sontak saja mendengar hal itu, Jono menjawab bahwa dia lah yang memberi tahu hal itu. Jono sudah tau bahwa Ciro akan melakukan penghasutan kepada warga. Akhirnya, Jono pun langsung meminta warga agar tidak mudah percaya dengan omongan Ciro. Akhirnya, Jono pun mendapatkan hadiah berupa tembakan yang hampir menewaskan dirinya. Untung saja, petugas kesehatan langsung sigap membawa Jono ke rumah sakit. Di rumah sakit, Jono mendengar bahwa Mena membutuhkan dirinya sebagai penasihat. Jono pun berjanji bahwa kalau dia sudah sehat, maka dia akan membatu Mena. Setelah beberapa pekan, Jono pun diperbolehkan pulang. Jono pun mencari Mena, setelah bertemu, Jono menanyakan tentang Ciro. Muna mengatakan bahwa Ciro sekarang sudah mendekam di hotel prodeo atas tuduhan penipuan. Akhirnya, Mena dan Jono memimpin desa Suka Kamu dengan penuh keadilan.  

Jumat, 12 Juli 2019

Karena Hidup Adalah Pilihan

Kali ini saya akan berbicara mengenai pilihan. Mengapa saya memilih topik ini? Karena memang, sejatinya dalam kehidupan kita selalu dihadapkan dengan pilihan. Apakah kita mau menjadi baik atau buruk, atau bahkan, dalam urusan pasangan pun, kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Kita dapat ambil contoh seperti ini: "Jika si A, dia serius denganmu, dia berjuang untukmu, dia benar-benar sayang padamu. sedangkan si B, dia hanya memanfaatkanmu saja, tidak terlalu peduli denganmu, dan sedikit bersikap egois padamu. Maka, mana yang akan kamu pilih?? Tentunya, sudah menjadi rahasia umum, apabila di dalam setiap pilihan pasti mengandung konsekuensi (karena kalau mengandung anak manusia, maka dia sudah dapat dipastikan adalah ibu hamil, dan apabila dia mengandung babi, sudah dapat dipastikan dia adalah induk babi dan haram). Pastinya, kita cukup bingung dengan berbagai macam pilihan yang ditawarkan kepada kita. Nah, topik yang akan saya angkat dengan tinggi tapi tidak ketinggian (karena kalau sudah ketinggian nanti susah turunnya) kali ini adalah "bagaimana caranya, agar kita tidak salah memilih?" dan "apa cara yang harus ditempuh apabila kita sudah terlanjur salah memilih?" Penasaran? Let's check this out, fellas!

Berbicara mengenai pilihan, saya akan membahas sedikit tentang pembagian pilihan. Pilihan berdasarkan jangka waktunya, dibagi menjadi 3 (karena banyak orang yang harus memilih banyak pilihan, maka cukup dibagi 3 saja, kalau dibagi 2 terlalu besar, dibagi 4 terlalu kecil). ada pilihan untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. contoh pemilihan jangka pendek adalah, apa yang akan kita lakukan ketika kita baru bangun dari tidur kita. apakah kita akan tidur lagi dan melanjutkan mimpi, atau kita akan bangun lalu mewujudkan mimpi kita saat tidur tadi. Nah untuk pilihan jangka menengah, salah satu contohnya adalah: ketika kita ingin berangkat untuk bekerja atau kuliah, maka pakaian seperti apa yang akan kita gunakan? Apakah kita akan menggunakan baju warna-warni dengan celana polkadot? atau kemeja formal dengan celana bahan? atau berpakaian casual dengan celana denim dan kaus berkerah? Kemudian, untuk pilihan jangka panjang, ada satu contoh yang sederhana, namun terkadang, kita cukup sering kurang cakap memilihnya, yaitu memilih pasangan hidup. Nah, agar tidak bingung, (karena kalau bingung nanti harus pegangan, biar ga pusing) saya akan berikan sedikit tips and trick untuk mencegah kebingungan ini.
1. Lihatlah, apakah pilihan kita itu sesuai dengan diri kita.
Seringkali, kita memilih atas dasar keinginan semata, begitu dilakukan, ternyata kurang atau bahkan tidak sesuai dengan diri kita. Nah, untuk hal seperti ini, bisa dilihat dengan cara kita lebih mengenali diri kita, bakat apa yang ada dalam diri kita
2. Pikirkan efek jangka panjangnya
Tentunya, ini cukup dan amat sangat penting, sebelum kita memutuskan hubungan ini (lho, kok baper ya?) maksudnya, kita harus memikirkan efek jangka panjang, terhadap keputusan yang kita ambil. Jikalau kau cinta (lah kok jadi lagunya Judika ya?) Jikalau efeknya buruk bagi kita, lebih baik pikirkanlah kembali Snoopy!

Tadi sudah dibahas mengenai tips and trick kalau kita bingung memilih satu pilihan. Sekarang akan saya bahas mengenai cara yang harus ditempuh apabila sebuah mobil melaju dalam kecepatan 60 km/jam, berapa waktu yang diperlukan untuk mencapai jarak 180 km? (Lah, kok jadi soal Matematika?) tips and trick mengenai apa yang harus dilakukan apabila kita terlanjur salah memilih maksudnya.
Nah, kalau sudah terlanjur salah memilih, kita coba mengubahnya, caranya, yaitu dengan beradaptasi, kemudian coba mengubahnya sedikit sedikit.
Intinya, jadilah orang yang pintar dalam menentukan pilihan, karena, hidup adalah pilihan.
Semoga menginspirasi.. Ciao!

Senin, 08 Juli 2019

Hikmah Suatu Musibah

Berbicara mengenai musibah, pastilah semua manusia pernah mengalaminya, baik yang ringan maupun yang berat. Contoh musibah ringan adalah kecopetan, atau bahkan kehilangan belahan jiwa kita. Entah karena ditikung atau bahkan dia meninggalkan kita. (eits, tapi bukan ini yang akan saya bahas.) Ok, back to our topic then. sedangkan contoh musibah yang berat adalah, kita kita ditimpa satu penyakit yang kronis, atau banyak hal lainnya. Pertanyaan yang timbul adalah: Bagaimana kita menghadapi musibah tersebut, dan apa yang harus kita lakukan setelah musibah tersebut terjadi? 2 pertanyaan itu yang akan saya bahas pada post kali ini. so, let's check this out guys!

Musibah, hal yang pastinya semua orang tidak ingin mengalaminya. Nah, gimana sih, cara menghadapi satu musibah itu?  Solusinya adalah, dengan senantiasa memohon ketenangan hati dari Tuhan Yang Maha Agung. karena Dia telah berfirman dalam Al-Quran, yang artinya: "Dan hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang". Selain itu, kita dapat juga mengambil hikmah yang terjadi, seperti berjanji agar selalu bersyukur atas nikmat Tuhan pada kita, dan menambah ketaqwaan pada-Nya.
Kemudian, Apa sih yang harus kita lakukan, apabila kita sudah mengalami musibah? Kita harus menjadikan musibah itu pelajaran untuk kita, dan juga sebagai pengingat, bahwa semua terjadi atas izin dan kuasa Tuhan.

Intinya, Teruslah bersyukur, dan jadikan musibah itu sebagai pengingat dan pelajaran untuk kita, agar menjadi insan yang lebih baik kedepannya.
Semoga menginspirasi ya! Ciao...

Senin, 01 Juli 2019

Ketka Dirimu Tidak Menjadi Prioritasnya

Ilustrasi
Setiap orang yang memiliki pasangan, pastilah menginginkan kalau dirinya menjadi prioritas dari pasangannya. Sekarang permasalahan yang dihadapi adalah: Bagaimana jika kita, sudah tidak menjadi prioritasnya lagi? Nah, saya akan mengangkat bahasan ini di post kali ini. Penasaran? Check this out guys!
Generasi muda saat ini sedang galau. Galau karena dia tidak menjadi prioritas pasangannya. Nah, apabila kita sudah tidak menjadi prioritasnya lagi, maka hanya ada 1 solusi yaitu, TINGGALKAN DAN CARI YANG MENJADIKAN DIRIMU PRIORITASNYA. Kemudian, ada 1 masalah baru lagi. Kebetulan ada yang pernah bertanya kepada saya, "Tapi, saya masih mencintainya kak.. Apa yang harus saya lakukan?" Nah, kalau misalkan ada yang seperti itu, coba kamu perhatikan dari gerak-gerik pasanganmu itu. Kalau misalnya dia lama membalas chat darimu bahkan dia tidak mengabari kamu, maka, TINGGALKAN! (kalau bahasanya Bu Susi Pudjiastuti, Tenggelamkan!) Sudahlah kawan, toh pada kenyataannya, MASIH BANYAK ORANG YANG LEBIH BAIK DARI DIA! Kalau kata orang-orang, kalau misalnya ada yang tulus sayang sama lu, udah gausah lu cari lagi yang lain. Digantung itu ga enak bro! (kecuali kalau baju atau pakaina lain, itu wajib digantung, terutama kalau lu mau jemur pakaian)
Jadi intinya, Kalau dia sudah tidak memprioritaskan dirimu,TINGGALKAN! KARENA BANYAK ORANG YANG LEBIH BAIK DARI DIA! Karena apabila kita benar-benar sayang, maka sesibuk apapun kita, kita akan selalu ada apabila pasangan kita membutuhkan kita...

Semoga menginspirasi.. Ciao...

Bukan Sekadar Ijab Kabul: Menghidupkan Makna Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah dalam Pernikahan

 Hello world! Semoga sehat dan bahagia. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam pernikahan. ...