Rabu, 23 Oktober 2019

KIM 2019-2024

Yas, akhirnya saya bisa kembali menulis lagi, setelah memperhatikan keadaan sekitar yang cukup membuat saya ingin menulis namun belum mendapat inspirasi. (ngelesnya bisaan ya?) ok, kali ini, ada satu hal yang cukup menarik untuk kita bahas. Penasaran? Ini dia!
Kabinet Indonesia Maju, (atau dalam hal ini akan saya singkat dengan KIM), sebuah kabinet yang baru dibentuk oleh presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya, Ustadz Dr. K.H. Ma'ruf Amin. Ada yang menarik disini, dalam list lengkap KIM  (silakan klik link untuk melihat list kabinet lengkapnya ya!) ada 1 nama yang sangat luar biasa, yaitu, Co-Founder Zalora Indonesia, dan juga mantan CEO Gojek, siapa lagi kalau bukan Nadiem Makarim. Hal ini menjadi tentu saja menjadi sorotan. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia internasional. (mungkin dunia ghaib juga kali ya? hahaha). Banyak yang mengomentari hal ini, (dan memang dasar netizen Indonesia sangat kreatif). diantaranya ada yang berkomentar, bahwa saat Mas Nadiem  -begitu beliau minta disapa- menjabat mendikbud, maka pembayaran SPP, alias uang sekolah, bisa menggunakan Go-Pay. (jujur, saya tertawa mendengar hal ini, tapi kalau bisa beneran, alhamdulillah). kemudian, ada lagi yang bilang, kalau kantin di sekolah akan dihapuskan, dan digantikan oleh layanan Go-Food, kemudian, untuk antar jemput, bisa menggunakan Go-ride atau Go-car. Kemudian, saya berpikir, kenapa tidak sekalian, seragam sekolah digantikan dengan jaket Go-Jek? tentunya ini sangat inovatif, karena apabila ada murid yang kehujanan saat pulang sekolah, dia tak perlu repot berteduh. Hanya dengan menggunakan fitur yang ada di jaket itu, dia akan sedikit terlindungi. hahaha. (saya tidak serius, hanya sekadar guyonan saja).
Intinya, selamat bekerja untuk KIM 2019-2024! Semoga Amanah, dan bisa bermanfaat untuk masyarakat.
Demikian, Semoga terhibur. Ciao...  

Rabu, 16 Oktober 2019

Menyerah Dalam Hidup? Oh Tidak Bisa!

Bismillahirahmanirrahim.. Pembaca yang luar biasa, saya senang sekali bisa kembali menyalurkan ide yang ada dalam kepala saya melalui tulisan. Tentunya, dengan berbagai macam tema, mulai dari masalah cinta, hidup, bahkan politik. Kali ini, saya akan sedikit membahas tentang hidup, atau lebih tepatnya, kehidupan. Setiap kita, manusia, tentunya memiliki titik jenuh, dalam menghadapi permasalahan hidup kita. Karena memang, kita hidup itu, penuh dengan masalah. Kenapa saya berani berpendapat seperti itu? Karena memang, kita hidup ini sudah memiliki masalah dari sejak kita membuka mata ketika bangun dari tidur kita. Masalahnya apa sih? Perasaan kalau kita bangun itu udah, bangun aja, ga ada masalah apa-apa. Nah, masalah yang kita hadapi ketika bangun tidur, adalah: apakah kita mau melanjutkan tidur, dan bermimpi lagi? Atau kita mau bangun dari tidur kita, dan mewujudkan mimpi yang kita alami saat kita sedang tertidur tadi. Itu baru 1 masalah, dan tentunya masih banyak masalah-masalah lain dalam kehidupan kita di dunia ini. Sebenarnya, kalau kita hidup tidak ada yang namanya masalah, itu sama saja seperti orang yang sudah mati. Lha, kok gitu? Nah, begini, kita tau kan, yang namanya alat pemantau denyut jantung di rumah sakit? (kalau kurang paham, bisa klik tulisan yang berwarna ungu ya!) Alat itu akan menampilkan garis naik turunnya detak jantung kita dalam bentuk grafik, yang pastinya ada naik, turun, datar. Sama seperti kehidupan, apabila kita hanya datar saja dalam hidup, maka itu sudah dianggap seperti orang yang mati. di indikator alat pemantau denyut jantung, apabila grafiknya hanya datar saja, maka dokter akan mencoba untuk membangkitkan denyut jantung pasien sampai ada garis yang naik atau turun lagi. Itu dapat diumpamakan sebagai kehidupan, kalau hidup kita datar saja, tanpa ada masalah di dalamnya, maka sama saja kita seperti orang yang mati. Nah, permasalahan yang muncul ketika kita banyak masalah adalah, kita ingin menyerah, dan pasrah. padahal, kalau kita menyerah, maka kita akan terus ditekan, oleh keadaan. Bukannya Allah udah bilang dalam surat Al-Insyirah ayat 5-6? 
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. 
Nah, jadi, jangan menyerah, dalam menghadapi masalahmu, kalau misal tidak mau dikerjakan, lebih baik tidak usah, karena nanti apabila kita terlalu memikirkan masalah kita, insya Allah kita bisa stress, dan bisa gila. Satu hal yang lebih penting dari itu semua adalah: jangan pernah lupakan Tuhan, karena Dia akan selalu membantu kita dalam setiap saat kita memerlukan Dia.
Demikian, Semoga menginspirasi.. Ciao..





Bukan Sekadar Ijab Kabul: Menghidupkan Makna Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah dalam Pernikahan

 Hello world! Semoga sehat dan bahagia. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam pernikahan. ...