Rabu, 13 Desember 2023

Kenapa Gen-Z dan Alpha Generation itu 404: Akhlak Not Found?

 Hello world, kembali lagi setelah 3 tahun saya berhibernasi dari menulis blog ini. Semoga teman-teman readers selalu sehat dan bahagia. Jujur, 3 tahun ini saya berjibaku dengan berbagai macam hal, sampai-sampai saya lupa bahwa saya ada blog. (Sebenernya bukan lupa sih, cuma sedikit terbengkalai aja ini blog, apalagi kan kita sudah tidak bisa sekritis dulu, bukan dari pikiran saya sebagai author, tapi dari situasi dan kondisi, yang mungkin kalau saya terlalu kritis, nanti bisa seperti kata Pak Harto: akan diamanken-karungken-hilangken, eh...) Saya akan menghadirkan konsep yang berbeda pada tulisan kali ini (dan seterusnya). Saya ingin sedikit membahas tentang keresahan tentang akhlak. Sebenernya, saya sendiri bukan orang yang akhlaknya bagus, but I try to do my best, in every situation. jiah.. Ok, kembali ke topik bahasan.

Kalau ngomongin akhlak, tentunya generasi sekarang ini sangat minus akhlaknya. jujur aja, tontonan sekarang itu bisa dibilang menghasilkan generasi yang 404 akhlak not found. Miris, bukan? tapi sejujurnya, ada sedikit masalah, antara generasi sekarang (Gen-Z dan Alpha Generation) dengan generasi di atasnya (Gen-X, dan Baby Boomers). masalahnya adalah: jarak diantara mereka. Hal ini terjadi karena beberapa faktor:

1. Tontonan acara.

Ga bisa dipungkiri, tontonan saat ini, jauh lebih banyak dibanding dahulu. Dulu masyarakat hanya bisa nonton TVRI, itupun tidak 24 jam on air seperti sekarang, belum lagi, acara televisi di TVRI, condong lebih menyuarakan kebijakan pada masa orde baru, dibandingkan dengan hiburan (setidaknya sampai akhir masa orde baru). Bahkan, ketika RCTI hadir pertama kali tahun 1989, acara-acaranya pun belum sevariatif sekarang, dan masih tetap harus me-relay acara dari TVRI. Kebayang dong, seberapa sedikitnya tontonan pada masa itu??

2. Lifestyle atau gaya hidup.

Zaman dulu itu, belum semudah sekarang. mulai dari kemunculan HP di Indonesia tahun 1985 yang ukurannya masih besar, dan hanya tahan 30 menit untuk digunakan menelepon, dan harus di charge selama berjam-jam. Bayangin, HP kita saat ini, 2 jam dicharge, bisa untuk 18-20 jam pemakaian (tapi ini tergantung gimana kamu pakainya ya, kalau semua aplikasi di HP jalan terus, baterai kamu boros juga). Sedangkan dulu, dicharge berjam-jam, hanya kuat 30 menit. Apalagi, saat ini, banyak kemudahan yang didapat. Dulu, buat order makanan, harus datengin tempat makannya, baru makan ditempat atau bawa pulang, sekarang, tinggal klik, lalu makanan udah ada yang anter di depan rumah, sambil teriak: misi, atas nama Pororo??

3. Perkembangan teknologi.

Emang sih, namanya teknologi itu terus berkembang. HP aja yang tadinya sebesar ini (gambarnya ada di bawah ya..) bisa jadi seperti sekarang. Apalagi fitur dalam HP itu semakin lengkap. yang tadinya hanya bisa buat telpon, sekarang sudah bisa buat main media sosial, sama foto-foto (mana kalau buat foto ga kalah daripada kamera digital). pastinya di zaman yang serba modern, para gen-Z dan Alpha Generation itu tidak terlalu merasakan susah dan serunya masa dimana teknologi belum seperti sekarang. Bahkan ada yang bilang, kalau teknologi itu, mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. 

HP Motorola DynaTac 8000x, HP Pertama di Dunia

Korelasinya sama akhlak apaan sih??
Sikap dan karakter Gen-Z dan Alpha Generation, itu cenderung ngeremehin dan ngegampangin. dan tidak bisa menghormati yang lebih tua, karena itu (saya bukannya mau dihormati, cuma ini berdasarkan pengalaman orang-orang yang pernah ngobrol sama saya). Kalau pendapat saya sendiri, saya anggap dunia ini dinamis, kita harus tetap bergerak, biar tidak dimakan zaman. Kalau kata orang, biar ga kudet alias kurang update. Nah, kalau kita udah update, bentengnya juga harus ada, yaitu agama. dan akhlak terhadap orang yang lebih tua dari kita. karena beda generasi, itu beda cara ngadepinnya. dan yang penting, Apapun yang kamu tonton sekarang, ambil yang baik, dan buang yang buruk. Karena akhlak seseorang, tercipta dari bagaimana orang tuanya mendidiknya, dengan siapa dia bergaul, dan apa yang dia lihat.

Jangan lupa bahagia.. :)

Bukan Sekadar Ijab Kabul: Menghidupkan Makna Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah dalam Pernikahan

 Hello world! Semoga sehat dan bahagia. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam pernikahan. ...