Selasa, 24 Desember 2019

Ucapan Selamat Natal: Antara Toleransi, dan Pandangan Islam Terhadapnya

Setelah sedikit sibuk dengan berbagai macam kesibukan, akhirnya saya dapat menulis lagi di blog ini. Tidak terasa ya, sudah mau memasuki tahun 2020. Nah, harapan pembaca sekalian apa nih di tahun 2020 nanti? kalau saya, berharap agar kehidupan saya jauh lebih baik lagi kedepannya, dan pastinya masalah jodoh juga masih saya cari sampai sekarang (I'm still single, by the way). Pastinya, kalau kita sudah berharap kepada-Nya, alias berharap sama Allah, kita harus mematuhi apa yang diperintahkan, dan menjauhi larangan-Nya. Termasuk juga larangan yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW. Ada satu hal menarik nih, mengenai ucapan "Selamat Natal" kepada umat kristiani, dari kita yang beragama Islam. (Ini tidak ada maksud untuk memecah persatuan dan toleransi ya, saya hanya memberi tahu apa yang saya tahu soal ini, jikalau ada yang ingin bertanya lebih lanjut, bisa menghubungi guru agamanya masing-masing). dalam satu hadits nabi SAW pernah bersabda, yang artinya: Barang siapa mengikuti suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut. Nah, berhubung hadits ini berisi demikian, dan kita merayakan idul fitri, idul adha, maulid Nabi Muhammad SAW, dan Isra Mi'raj, dan tidak ada hari Natal yang diperingati oleh umat kristiani, maka HARAM hukumnya, kita yang beragama Islam, mengucapkan selamat natal. Ini bukan masalah intoleran, atau masalah persatuan. Justru ini yang dipelajari dan dipraktikkan oleh Nabi Muhammad (berdasar hadits di atas). Justru menurut saya, kalau ada orang yang merasa paling toleran dan paling menjunjung persatuan dan kesatuan, dia harus bisa menerima dan menghormati agama lain. Bukankah apabila saling menghormati itu indah? Toleransi yang diajarkan, seharusnya bukan toleransi yang menganggap semua agama itu sama, tapi toleransi itu, adalah ketika kita mampu menyikapi perbedaan keyakinan, dan menemukan jalan tengah untuk saling bersatu membangun negeri.
Sekali lagi saya tekankan, SAYA TIDAK ADA MAKSUD MEMECAH PERSATUAN, ATAUPUN ,MERASA TIDAK TOLERAN KEPADA AGAMA LAIN justru saya ingin menekankan bahwa, tak ada perbedaan, maka takkan ada persatuan.
Demikian, semoga bermanfaat dan menginspirasi! Ciao...

Bukan Sekadar Ijab Kabul: Menghidupkan Makna Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah dalam Pernikahan

 Hello world! Semoga sehat dan bahagia. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam pernikahan. ...