Kali ini, setelah saya membahas virus COVID-19, saya akan membahas tentang KPK yang mematikan sisi religiusitas nya. Let's talk about it!
Hari Ahad pagi, tanggal 8 Maret 2020, saya membaca satu artikel berita yang cukup menarik perhatian saya, sebagai seorang jurnalis, mahasiswa, dan juga masyarakat Indonesia. Isi artikel yang saya baca tersebut berisi tentang KPK Hapus Nilai Religiusitas dan digantikan oleh nilai sinergi. (artikel ini tayang di website tempo dengan judul: "KPK Hapus Nilai Religiusitas, Eks Penasihat Sebut Sakaratul Maut") Silakan klik tulisan berwarna ungu untuk melihat link artikelnya ya.
Saya sebagai jurnalis, mahasiswa, dan terutama masyarakat Indonesia, merasa sangat kecewa, kepada tim ahli, yang telah menghilangkan nilai religiusitas dari kode etik KPK. Hal ini otomatis, menurut pendapat saya, merupakan satu langkah yang menunjukkan, bahwa KPK sudah tidak sesuai dengan Pancasila Indonesia, Alasan saya sederhana saja, bahwa sila pertama di dalam Pancasila ini adalah ketuhanan yang maha esa, dalam sila ini, terdapat nilai religiusitas yang sangat dijunjung oleh masyarakat Indonesia. Tapi pertanyaannya, kenapa nilai religiusitas itu harus dihilangkan? Menurut saya, itu tidak perlu dihilangkan, karena menurut saya, Nilai religiusitas (Nilai ajaran agama manapun) itu harus ada di atas hukum. (religion above law). saya rasa dalam agama manapun, tidak ada diajarkan tentang korupsi, dan segala macam praktik hal-hal yang buruk. Saya sependapat dengan eks penasihat KPK, Bapak Abdullah Hehamahua yang mengatakan, bahwa matinya nilai religiusitas ini merupakan "bom waktu" kehancuran KPK.
Semoga saja, hal ini tidak terjadi, karena KPK merupakan ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia. Kita sama-sama berharap, agar semua elemen mampu memberantas korupsi dari tingkat dasar (organisasi terkecil), hingga ke pemerintahan. Kalau misalkan yang kecil saja sudah ada praktek korupsi, kenapa heran kalau pemerintahan banyak yang korupsi?
Sekian, semoga bermanfaat dan menginspirasi. Saya menulis semata-mata hanya menyalurkan pendapat saya pribadi, tanpa maksud mengkritik siapapun. Ciao..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar