Senin, 05 Agustus 2019

Mati Listrik di Jakarta, Tanggung Jawab Siapa?

Setelah bertapa, dan merenung, akhirnya saya kembali menulis lagi. dan saya berterima kasih untuk mati lampu massal di Indonesia, karena ini yang akan saya bahas dalam blog saya kali ini. So, let's check this out, fellas! (tulisan berikut dibuat bukan untuk menyinggung satu pihak, hanya menyampaikan aspirasi, dan fakta yang terjadi di lapangan)
Sebagaimana kita tahu, dari tanggal 4 Agustus yang lalu, Jakarta, dan sebagian pulau Jawa digemparkan dengan "mati lampu massal" (bukan "Seperti Mati Lampu" ya? Karena kalau "Seperti Mati Lampu" itu lagunya Nassar dan kita auto dangdutan) Nah, katanya nih, penyebab mati lampu massal di Jakarta dan sebagian pulau Jawa ini disebabkan karena ada masalah di pembangkit listrik di salah satu daerah di Jawa Tengah. Tentunya, ini jadi masalah besar untuk pemerintah, mengapa ini bisa terjadi? Perlu diketahui pula, bahwa mati lampu massal kali ini adalah "prestasi" yang sangat luar biasa, karena menjadi sorotan media asing kurang dari waktu 1 hari. (silakan klik tulisan "menjadi sorotan media asing kurang dari waktu 1 hari" untuk melihat beritanya). Dampak dari mati lampu massal ini sendiri sangat banyak sekali, dan tentunya ini merugikan banyak pihak, mulai dari PLN yang mengaku rugi 90 Milyar, hingga masyarakat yang pasti mengalami kerugian terbesar. Mengapa saya berani mengatakan bahwa masyarakat mengalami kerugian terbesar? Karena memang mobilitas masyarakat terganggu, akibat pemadaman ini. Banyak yang mengeluhkan KRL tidak beroperasi, signal handphone sangat sulit, hingga moda transportasi daring yang terganggu. berdasarkan fakta di atas, memang dapat disimpulkan bahwa masyarakatlah yang mengalami kerugian terbesar. Yang saat ini menjadi pertanyaan adalah, "KEMANA PARA ELIT YANG MEMPERSIAPKAN KONSEP ERA INDUSTRI 4.0? Apakah mereka hanya datang dengan memberikan harapan palsu? (karena kalau "alamat palsu" itu lagu dangdut) Ini sungguh miris, dan tentunya kembali, Indonesia berhasil menorehkan "prestasi" yang sangat hebat di mata dunia, dan lucunya lagi, Kepolisian Republik Indonesia mengatakan ada sabotase dalam kasus mati lampu massal ini (silakan klik tulisan berwarna ungu untuk melihat beritanya). Tentunya memang ini sangat membuat semua orang terkejut terheran-heran sebab abang belum pernah kesana (lah, kok jadi sayur kol ya?) karena memang, Indonesia belum secanggih negara maju lain (contoh: Amerika Serikat) yang mampu memadamkan aliran dari pembangkit listrik hanya dari sebuah laptop saja.
Kini, semua pihak saling tuding dalam kasus ini. Semoga ini cepat berlalu, dan Indonesia bisa menorehkan prestasi (dalam artian positif) yang lebih hebat lagi. Tidak seperti saat ini. Dan semoga, kita, generasi muda, mampu untuk memajukan bangsa ini, menuju bangsa yang disegani, dan kembali menjadi "Macan Asia" seperti dahulu kala. 
Semoga Menginspirasi, karena ini hanyalah aspirasi dari seorang mahasiswa yang belajar ilmu komunikasi, yang tidak suka basa-basi apalagi nasi basi. Ciao..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Sekadar Ijab Kabul: Menghidupkan Makna Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah dalam Pernikahan

 Hello world! Semoga sehat dan bahagia. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam pernikahan. ...