Jumat, 16 Agustus 2019

SDM Unggul, Indonesia Maju (Katanya)

Kali ini, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74, saya akan membahas tentang tema HUT RI tahun ini. Saya menulis tulisan ini, TIDAK UNTUK MENYINGGUNG SATU GOLONGAN, DAN HANYA MERUPAKAN PENDAPAT SAYA SEBAGAI AWAK MEDIA DAN GENERASI MUDA YANG AKAN MENERUSKAN TONGGAK PEMERINTAHAN. Langsung saja kita bahas.
Berbicara tentang tema HUT RI yang 74, tema yang diusung adalah SDM Unggul Indonesia Maju. Namun, pada kenyataan yang terjadi sekarang adalah SDM Indonesia kurang bisa bersaing dengan masyarakat luar negeri. kita dapat ambil contoh, China, yang negaranya juga besar pun, mampu untuk menjadi negara yang maju, hal ini terbukti dengan banyaknya kita mengimpor barang dari China. Padahal, dari segi SDA (Sumber Daya Alam) Negara Indonesia lebih kaya, Namun, mengapa Indonesia kurang mampu untuk bersaing dan maju seperti China? Yang menjadi permasalahan utama tak lain dan tak bukan adalah SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia yang kurang mampu untuk membuat negara ini bersaing. Hal ini terjadi juga akibat dari sifat masyarakat Indonesia yang suka "jam karet" dalam membuat janji, dan juga kurangnya support bagi SDM yang mampu mengharumkan nama Indonesia. Hal ini terbukti dengan kurangnya pemberitaan tentang anak bangsa yang berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Pemberitaan di Indonesia, lebih sering diisi dengan kebobrokan dan kejelekan, kasus korupsi, narkoba, dan lain sebagainya. Padahal banyak oknum yang mampu mengharumkan nama Indonesia, Seperti contohnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, yang mampu membuat Jakarta menjadi kota yang maju dan diakui oleh dunia Internasional. Namun apakah media memberitakan itu? Hanya sedikit saya rasa. Karena memang terlalu banyak media yang memberitakan apa yang ingin didengar oleh pemerintah, bukan menjadi tempat rakyat berpendapat. Seharusnya, media lebih banyak memberitakan prestasi anak bangsa yang sukses mengharumkan negaranya, dan mampu menjadi tempat untuk rakyat beraspirasi dan berpendapat, bukannya menjadi "budak" pemerintah. Kurangnya support bagi SDM yang mampu mengharumkan nama bangsa juga terbukti dari banyaknya cendikiawan yang "diusir" dan tidak diakui oleh negaranya sendiri, padahal dia diakui oleh dunia Internasional. Contohnya adalah BJ Habibie. Beliau begitu disegani di dunia Internasional, namun ditolak oleh bangsanya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan ditolaknya laporan pertanggungjawaban beliau pada sidang umum MPR 1999. Seharusnya, untuk menciptakan SDM Unggul, pemerintah melakukan perbaikan, terutama dengan masalah pendidikan, yang terutama adalah pendidikan moral. (silakan klik link yang saya tautkan, untuk membuktikan apa yang saya tulis adalah 100% fakta).
Indonesia, tanah yang makmur, dan indah ini, sekarang sudah berusia 74 tahun, marilah kita sebagai generasi muda mulai mempersiapkan apa yang ingin kita lakukan terhadap bangsa ini. terus menginspirasi, dan semoga, Indonesia selalu diberikan rahmat oleh Tuhan Yang maha kuasa.
Demikian, sebuah pendapat, dari seorang mahasiswa yang kuliah di Ciputat, yang ingin menjadi inspirasi dan menularkan semangat bagi seluruh umat. Ciao..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Sekadar Ijab Kabul: Menghidupkan Makna Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah dalam Pernikahan

 Hello world! Semoga sehat dan bahagia. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam pernikahan. ...