Selasa, 23 Desember 2025

Bukan Sekadar Ijab Kabul: Menghidupkan Makna Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah dalam Pernikahan

 Hello world! Semoga sehat dan bahagia. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam pernikahan. Let's check this!

    Memang yang namanya pernikahan selama ini mungkin dianggap hanya soal: ijab kabul. Tapi sebenernya, lebih dari itu. Menikah itu adalah tentang sakinah, mawaddah, wa rahmah. lengkapnya, saya jelasin pelan-pelan.

1. Sakinah

    Sakinah sendiri, berasal dari kata Arab: As-Saakinah, maknanya: ketenangan. Pernikahan itu harus bisa menenangkan, jangan hanya jadi beban pikiran baru. Cara meraih sakinah, tentunya banyak, diantaranya: Saling sayang, cinta, dan ridha. (kok kayak kenal ya? Pernah denger dimana gitu?) selain itu, diperlukan juga ketulusan dalam melayani pasangan, dan kerjasama untuk meraih pahala dari Allah. ada juga yang bilang, sakinah itu saling menenangkan satu sama lain dalam segala kondisi. Kalau di Al-Quran, sakinah tidak dijelaskan secara gamblang, tapi Allah berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Jikalau kita perhatikan, ada kata-kata: Litaskuu ilayha, bermakna: merasa tenteram, kepadanya. Ketenangan itu, bisa didapatkan kalau ada rasa cinta (mawaddah) dan rahmah (rahmat, atau ridha).

2. Mawaddah

    Konsep kedua: mawaddah. maknanya: mencintai, menyukai. Hal ini tercipta dari hati manusia dan terjadi secara naluriah. Maka dari itu, ketika sudah menikah, cintailah pasangan anda dengan sungguh. jangan mencintai dalam sehat dan suka saja, tapi cintailah dalam segala kondisi. Jangan hanya ketika masih muda, gagah, dan cantik saja. karena banyak orang yang bilang: menikahlah dengan karakternya, bukan hanya dengan fisiknya. fisik bisa berubah, tapi karakter, terbentuk dari lama, dan tidak bisa berubah.

3. Rahmah

    Konsep terakhir: rahmah. artinya: ridha, menerima. Dalam berumah tangga, terimalah segalanya dari pasangan anda. Senangnya, sedihnya, bahagianya, ngambeknya, tantrumnya, semuanya. Ketika kita sudah menerima kondisi pasangan, maka kita bisa mencintainya lebih mudah, dan juga kita bisa lebih dicintai oleh pasangan kita. Percaya deh, cinta itu awalnya menerima, kemudian melihat itu sebagai hal yang indah, karena sifat mencintai itu dari Dia yang maha indah.

Sakinah, mawaddah, dan rahmah bukanlah sekadar ungkapan lisan. Untuk mewujudkannya diperlukan komitmen keagamaan yang kuat serta kesepahaman bersama antara suami dan istri. Agar ketiganya benar-benar berfungsi dalam membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, kedua pasangan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ketika hal tersebut diabaikan, hubungan rumah tangga berpotensi dikuasai oleh hawa nafsu, yang pada akhirnya dapat berdampak pada pembentukan karakter anak yang kurang baik secara akhlak. Kalau kata Kepala KUA Senen Anis Fuad: “Sakinah dimaknai tentram sedangkan mawaddah bermakna kasih yang ditandai adanya rasa cinta yang diwujudkan mau saling memberi. Sementara warohmah bermakna sayang yang berwujud mau saling menerima kekurangan masing-masing”.

Jangan lupa bahagia :)

Jumat, 09 Mei 2025

Menikah Itu Seru, Tapi... Tantangan di Balik Kebahagiaan

Hello World... Semoga selalu sehat dan bahagia. kali ini, saya akan membahas tentang apa yang sedang diusahakan oleh rata-rata generasi 90-an akhir, dan 2000-an awal. Penasaran? Let's check this out!
    Rata-rata, generasi Z, yang lahir dari tahun 1997, sampai masa 2000 an awal, mungkin sudah banyak yang memulai tahap baru dalam kehidupan mereka, yakni menikah. Banyak yang bilang: Menikah itu seru, enak, bisa berduaan terus sama pasangan, bisa bahagia terus-menerus, dan banyak lagi. Tapi, tau gak sih? Menikah itu lebih dari itu. saya jelasin pelan-pelan ya.

Ilustrasi Pasangan Suami Istri ((Picture generated from AI by: Bing Image Creator)

  1. Menikah itu tujuan utamanya adalah ibadah
    Tujuan utama menikah itu, adalah ibadah, karena memang, dalam pernikahan bakalan banyak godaan dari internal (kamu dan pasangan), dan external (Keluarga, dan lingkungan). Allah berfirman dalam Al-Quran:  
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

    2. Menikah itu tanggung jawab.

    Ketika kita sudah menikah, kita memikul tanggung jawab baru, sebagai suami dan istri. Tanggung jawabnya diantara lain: Suami mencari nafkah, baik lahir dan batin istri, kemudian istri juga bertanggung jawab untuk melayani suami. melayani disini, bukan berarti dianggap sebagai pembantu, tapi maknanya adalah membuat suami ridha akan istrinya. (biasanya kalau orang yang menganggap kalau melayani suami itu artinya sama seperti pembantu, dia mungkin menganut aliran patriarki)

3. Menikah itu lebih dari komitmen.

    Ada yang bilang: ah, nikah itu kan sama seperti komitmen. Padahal sesungguhnya, menikah itu lebih dari komitmen. didalam pernikahan, ada yang namanya tanggung jawab moril dan materiil, ada juga unsur ibadah dan ketaqwaan kepada Tuhan, dan lainnya. Jadi, menikah bukan hanya tentang komitmen, tapi juga tentang bagaimana kita meraih ridha Tuhan, agar kita selalu dianggap baik dimata Tuhan.

Intinya, menikah bukan hanya sekedar soal keinginan, namun soal kesiapan, baik fisik, mental, dan aspek lainnya.

Jangan lupa bahagia :)

Senin, 18 November 2024

Sekolah Gratis, Standar Pendidikan Negara Turun Drastis?

    Hello world, semoga semua sehat dan bahagia selalu. Saya ingin sekali membahas tentang sebuah fenomena yang cukup menyita perhatian saya. Bukan tanpa alasan, saya tertarik membahas ini karena saya berada dibidang ini. Check this out everybody!

    Bicara tentang akhlak seseorang, pastilah ada beberapa faktor yang menentukan terciptanya akhlak seseorang. Salah satunya adalah faktor pendidikan. Walaupun tidak semua orang yang tidak berpendidikan itu akhlaknya 404 alias gaada akhlak, tapi pendidikan ini menurut saya mampu memberikan dampak signifikan bagi terciptanya akhlak seseorang. Kalau kita bicara lebih jauh soal pendidikan, di Indonesia ini khususnya di Jakarta, ada sebuah fenomena yakni sekolah gratis. Program ini katanya sih mulai terlaksana bulan Juli 2025 mendatang. Tapi, coba kita pikirkan, dengan keadaan pendidikan saat ini, terutama tentang gaji guru dan tenaga pendidik yang memang bisa dikatakan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apakah bisa mengajar dengan baik, jika bayarannya saja tidak sesuai? Bukan saya mengingkari tentang keikhlasan seorang pendidik, cuma ya tetap saja kita harus tetap memikirkan kesejahteraan guru juga. Saya paham, alasan diadakannya program ini adalah untuk mencegah anak putus sekolah, tapi kesejahteraan guru dan tenaga pendidik harus juga diperhatikan. 

Ilustrasi sekolah (Picture generated from AI by: Bing Image Creator)

    Dari hal ini (sekolah gratis) saya agak takut jika nantinya, standar pendidikan negara akan turun drastis, sehingga output lulusan satu lembaga pendidikan ini jadi tidak memiliki kualitas dan daya saing yang bagus. Mengingat zaman sekarang teknologi sudah semakin berkembang, zaman sudah semakin maju dan seolah-olah dunia ini tidak ada batasan, maka sudah sepatutnya setiap lembaga pendidikan menciptakan lulusan yang bagus dan mempunyai daya saing yang baik pula. Apakah pemerintah bisa menjamin bahwa kualitas pendidikan bisa bertahan atau berkembang jauh lebih baik dengan program ini? Atau justru program ini akan menjadi bumerang? Semoga pemerintah mampu menjalankan program ini dengan baik, dan standar pendidikan Indonesia mampu berkembang jauh ke arah yang lebih baik.

Ciao..

Jumat, 11 Oktober 2024

Kenapa Kebanyakan Wanita Itu Pencemburu?

    Hello (again) world. Senang rasanya, saya bisa nulis lagi, sepertinya terakhir postingan saya itu di tahun 2023 ya? (udah tau masih nanya lagi lu). Saya kali ini mau ngasih tau beberapa alasan, dari pertanyaan (mungkin) semua cowok. Kadang, kita sebagai cowok itu kan bingung, kenapa, seorang perempuan, a.k.a wanita, alias cewek itu orangnya kebanyakan pencemburu? Mungkin bagi teman-teman readers, (terutama para pejantan tangguh) lagi bingung soal masalah yang satu ini. Ternyata eh ternyata.. Ada alasan kenapa perempuan itu kebanyakan pencemburu (Saya ga bilang semua ya, nanti para ladies malah nyerang saya lagi kalau saya bilang semua cewek itu pencemburu) Ini beberapa diantaranya:

1. Rasa sayang yang amat sangat kepada pasangan.
    Perempuan adalah penyayang dan penenang bagi pasangannya, oleh karena itu, dia bisa amat sangat sayang ke pasangannya. Bahkan, kalau udah bucin, cewek itu bisa ngasih apapun ke pasangannya. (jangan bucin banget ya guys, inget, hubungan itu 1% cinta, 99% kompromi)

2. Perempuan itu tidak suka berbagi
    Mungkin sudah jadi hal umum, kalau yang namanya pasangan, itu tidak ada orang yang mau berbagi dengan orang lain. Karena memang pasangan kita, adalah seutuhnya dan sepenuhnya milik kita. Bahkan ada ungkapan yang menyatakan, kalau berbagi pasangan, itu sama seperti berbagi perasaan (Akuin aja dah tuh, walaupun tidak semua, tapi pasti kebanyakan begitu kan?)
Ilustrasi wanita (Picture Generated by Bing Image Creator)


3. Kasih sayang yang diberikan oleh laki-laki.
    Mayoritas laki-laki itu setia, (bukan setiap tikungan ada, tapi emang beneran setia.) Contohnya seperti BJ Habibie, dan Susilo Bambang Yudhoyono (tau kan, bapak-bapak ini siapa?) Memang, banyak juga cowok yang suka 'bermain', tapi, Tidak semua laki-laki… bersalah padamu Contohnya aku mau mencintaimu Tapi mengapa engkau masih ragu. (loh, kok nyanyi?)

4. Sifat alamiah wanita.
    Siti Hawa cemburu karena Adam pulang terlalu larut malam, padahal dia wanita satu-satunya di bumi saat itu. Zulaikha cemburu pada tanah, hanya karena Yusuf selalu memandang tanah setiap kali bertemu dengannya. Aisyah cemburu karena Rasulullah selalu menyebut nama Khadijah, padahal beliau telah wafat sebelum dirinya menikah dengan Rasulullah. Memang ternyata sudah dari dulu wanita itu pencemburu. dan dapat dikatakan, ini merupakan sifat alami dari wanita.

Intinya, jikalau kamu tidak mau dicemburui oleh wanita, jangan bertingkah macam-macam. Sayangi dia, dan buat dia bahagia. Ada ungkapan menarik: jikalau kamu ingin diperlakukan seperti raja oleh wanitamu, maka perlakukan dia seperti ratu.

Jangan lupa bahagia :)

Rabu, 13 Desember 2023

Kenapa Gen-Z dan Alpha Generation itu 404: Akhlak Not Found?

 Hello world, kembali lagi setelah 3 tahun saya berhibernasi dari menulis blog ini. Semoga teman-teman readers selalu sehat dan bahagia. Jujur, 3 tahun ini saya berjibaku dengan berbagai macam hal, sampai-sampai saya lupa bahwa saya ada blog. (Sebenernya bukan lupa sih, cuma sedikit terbengkalai aja ini blog, apalagi kan kita sudah tidak bisa sekritis dulu, bukan dari pikiran saya sebagai author, tapi dari situasi dan kondisi, yang mungkin kalau saya terlalu kritis, nanti bisa seperti kata Pak Harto: akan diamanken-karungken-hilangken, eh...) Saya akan menghadirkan konsep yang berbeda pada tulisan kali ini (dan seterusnya). Saya ingin sedikit membahas tentang keresahan tentang akhlak. Sebenernya, saya sendiri bukan orang yang akhlaknya bagus, but I try to do my best, in every situation. jiah.. Ok, kembali ke topik bahasan.

Kalau ngomongin akhlak, tentunya generasi sekarang ini sangat minus akhlaknya. jujur aja, tontonan sekarang itu bisa dibilang menghasilkan generasi yang 404 akhlak not found. Miris, bukan? tapi sejujurnya, ada sedikit masalah, antara generasi sekarang (Gen-Z dan Alpha Generation) dengan generasi di atasnya (Gen-X, dan Baby Boomers). masalahnya adalah: jarak diantara mereka. Hal ini terjadi karena beberapa faktor:

1. Tontonan acara.

Ga bisa dipungkiri, tontonan saat ini, jauh lebih banyak dibanding dahulu. Dulu masyarakat hanya bisa nonton TVRI, itupun tidak 24 jam on air seperti sekarang, belum lagi, acara televisi di TVRI, condong lebih menyuarakan kebijakan pada masa orde baru, dibandingkan dengan hiburan (setidaknya sampai akhir masa orde baru). Bahkan, ketika RCTI hadir pertama kali tahun 1989, acara-acaranya pun belum sevariatif sekarang, dan masih tetap harus me-relay acara dari TVRI. Kebayang dong, seberapa sedikitnya tontonan pada masa itu??

2. Lifestyle atau gaya hidup.

Zaman dulu itu, belum semudah sekarang. mulai dari kemunculan HP di Indonesia tahun 1985 yang ukurannya masih besar, dan hanya tahan 30 menit untuk digunakan menelepon, dan harus di charge selama berjam-jam. Bayangin, HP kita saat ini, 2 jam dicharge, bisa untuk 18-20 jam pemakaian (tapi ini tergantung gimana kamu pakainya ya, kalau semua aplikasi di HP jalan terus, baterai kamu boros juga). Sedangkan dulu, dicharge berjam-jam, hanya kuat 30 menit. Apalagi, saat ini, banyak kemudahan yang didapat. Dulu, buat order makanan, harus datengin tempat makannya, baru makan ditempat atau bawa pulang, sekarang, tinggal klik, lalu makanan udah ada yang anter di depan rumah, sambil teriak: misi, atas nama Pororo??

3. Perkembangan teknologi.

Emang sih, namanya teknologi itu terus berkembang. HP aja yang tadinya sebesar ini (gambarnya ada di bawah ya..) bisa jadi seperti sekarang. Apalagi fitur dalam HP itu semakin lengkap. yang tadinya hanya bisa buat telpon, sekarang sudah bisa buat main media sosial, sama foto-foto (mana kalau buat foto ga kalah daripada kamera digital). pastinya di zaman yang serba modern, para gen-Z dan Alpha Generation itu tidak terlalu merasakan susah dan serunya masa dimana teknologi belum seperti sekarang. Bahkan ada yang bilang, kalau teknologi itu, mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. 

HP Motorola DynaTac 8000x, HP Pertama di Dunia

Korelasinya sama akhlak apaan sih??
Sikap dan karakter Gen-Z dan Alpha Generation, itu cenderung ngeremehin dan ngegampangin. dan tidak bisa menghormati yang lebih tua, karena itu (saya bukannya mau dihormati, cuma ini berdasarkan pengalaman orang-orang yang pernah ngobrol sama saya). Kalau pendapat saya sendiri, saya anggap dunia ini dinamis, kita harus tetap bergerak, biar tidak dimakan zaman. Kalau kata orang, biar ga kudet alias kurang update. Nah, kalau kita udah update, bentengnya juga harus ada, yaitu agama. dan akhlak terhadap orang yang lebih tua dari kita. karena beda generasi, itu beda cara ngadepinnya. dan yang penting, Apapun yang kamu tonton sekarang, ambil yang baik, dan buang yang buruk. Karena akhlak seseorang, tercipta dari bagaimana orang tuanya mendidiknya, dengan siapa dia bergaul, dan apa yang dia lihat.

Jangan lupa bahagia.. :)

Kamis, 08 Oktober 2020

Omnimbus Law Diurus, Jadinya Kena Virus

 Tok, Tok, Tok! Begitulah bunyi suara palu sidang yang diketuk oleh wakil ketua DPR Azis Syamsuddin yang bertindak selaku pimpinan sidang saat pengesahan RUU Omnimbus Law (atau yang bisa disebut juga RUU Cipta Kerja). Sungguh, ini hal yang bisa dikatakan sebagai ironi bagi pemerintahan Indonesia. Entah sudah berapa kali, pemerintah membuat aturan yang kontroversial,dan menurut saya, tidak masuk akal. Saya ambil contoh, peraturan yang kotroversial itu diantaranya adalah Pilkada 2020. Jujur, memang benar, apabila orang sudah dibutakan oleh mabuk kekuasaan, maka tidak akan ada yang bisa menghentikan nafsu orang itu untuk terus berkuasa. Bahkan, kita tau, bahwa ada salah satu putra beliau yang mencalonkan diri menjadi walikota di Solo,Jawa Tengah. Belum lagi, menantu beliau, yang mencalonkan diri menjadi Wali Kota Medan ditahun ini. Sungguh miris sekali, sebuah bangsa yang katanya menganut paham demokrasi, tapi nyatanya, ada keluarga pemimpin negara yang ikut mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Ok, kita kembali lagi kepada topik utama kita, yaitu pengesahan UU Omnimbus Law (Cipta Kerja). Satu hal, yang menurut saya janggal, adalah kebijakan beristirahat pegawai yang hanya satu jam saja. Ok, kalau seandainya itu dilaksanakan (istirahatnya) hanya hari Senin sampai kamis saja, (It means, Jumat bisa dapat istirahat 1,5-2 jam guna melaksanakan sholat Jumat) tapi, nyatanya, di dalam UU tersebut tidaklah dijelaskan terkait dengan pengaturan istirahat di hari Jumat. Otomatis, banyak orang yang berpikir, bahwa istirahat di hari Jumat, tetap sama seperti hari Senin hingga Kamis (1 jam, included dengan sholat Jumat). Seharusnya, pemerintah menjelaskan, apakah istirahat makan siang di hari Jumat itu mendapatkan kelonggaran waktu (entah 1,5 atau 2 jam) guna melaksanakan sholat Jumat bagi umat Islam. Jujur, menurut saya, ini sangat tidak masuk akal, dan bisa dikatakan, pasal ini merupakan pasal karet. Saya berani bilang ini pasal karet karena, memang bahasa di dalam pasal tersebut adalah multi tafsir (bisa menimbulkan berbagai macam penafsiran/pemikiran). Kalau seandainya Istirahat makan siang di hari Jumat itu benar hanya satu jam, masa iya, kita lagi mendengarkan khutbah Jumat sambil membawa laptop dan mengurus pekerjaan? Amat sangat tidak logis sekali. Esensi khutbah Jumat yang seharusnya khidmat, malah jadi tidak ada apa-apanya, dan seolah hanya menjadi pelengkap atau rukun saja. Padahal, Nabi Muhammad SAW sudah bersabda dalam haditsnya, yang memiliki arti sebagai berikut: Apabila kamu berkata kepada temanmu  "diamlah" padahal saat itu imam sedang berkhutbah, maka kamu telah kehilangan (pahala).

Ini otomatis menggugurkan ibadah Jumat kita, lantas, bagaimana Allah tidak marah kepada kita, apabila kita tidak beribadah kepada-Nya? Maka jangan heran, ketika Omnimbus Law diurus, maka yang mengurusnya, auto kena virus. Saya lansir berita dari detik.com, bahwa sudah 41 anggota dewan di DPR terkonfirmasi positif Corona dan mungkin masih akan bertambah. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun, meminta agar gedung DPR ditutup. Jelas sekali bahwa Allah sedang marah, kepada para pemimpin yang tidak amanah, sehingga Allah kirimkan mereka virus corona.

Semoga saja, kita dijauhkan dari pemimpin yang dzalim, dan kita termasuk dalam golongan orang yang amanah. Saya menulis ini, hanya sekadar menyampaikan aspirasi dan doa saya untuk bangsa ini, dan tidak bermaksud mengkritik pihak manapun. Ciao..

Rabu, 30 September 2020

G30S PKI, Sejarah, dan Pelajaran yang Dapat Diambil

Apabila kita berbicara mengenai G30S PKI, maka akan menjadi satu cerita yang panjang. Dimulai dari isu dewan jenderal, hingga akhirnya, pembunuhan sadis yang dilakukan oleh pasukan Cakra Bhirawa yang menggegerkan seluruh Indonesia. Sebenarnya, apabila kita perhatikan, ajaran-ajaran dan praktek dari paham PKI, mungkin masih ada di Indonesia ini. Ada berita yang cukup menarik, dari CNN Indonesia, terkait dengan ajaran dan paham PKI ini yang sayang sekali jika anda lewatkan. Dimana, salah satu putri dari presiden Soekarno, yaitu Rahmawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa, PKI menganut paham pancasila (silakan klik tulisan yang berwarna biru untuk baca beritanya).
Disini saya berpendapat, bahwa pancasila tidak mengajarkan apapun tentang komunis, dan juga pancasila bertentangan dengan paham komunis. Tapi, mengapa masih banyak dari tokoh pemerintah yang "mengikuti" paham PKI ini? Mungkin, dari statement Rahmawati Soekarnoputri diatas, dapat disimpulkan bahwa PKI masih ada di Indonesia. Maka kita, sebagai rakyat Indonesia, hendaknya bisa menghalau dan mematikan paham PKI, dengan cara mempersiapkan diri untuk menjadi seorang pemimpin yang lebih baik, dan menghilangkan paham PKI yang jauh sekali dari Pancasila yang menjadi dasar negara Republik Indonesia ini.
Postingan ini, saya buat, bukan untuk mengkritik salah satu pihak, namun hanya sekadar memberikan informasi dan edukasi, tentang pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa bersejarah ini. Duka cita dan doa terbaik saya kirimkan untuk seluruh pahlawan nasional Indonesia yang telah berjasa dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia ini. Semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah... Ciao!

Rabu, 20 Mei 2020

Definisi Kemenangan dan Kebangkitan yang Hakiki Ditengah Pandemi

Hello.. Setelah lama tidak update, karena tugas dan pekerjaan lain yang memang tidak bisa ditinggalkan, saya akhirnya bisa menulis lagi di blog ini. Kali ini, saya akan membahas tentang Kebangkitan dan kemenangan timnas Indonesia (eh, kok malah bahas bola ya?) Tapi, tenang, walaupun kita tidak membahas tentang kebangkitan dan kemenangan timnas Indonesia, kita akan membahas tentang hakikat kemenangan dan kebangkitan. Karena sebentar lagi lebaran, dan juga hari ini, 20 Mei, diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. okay, let's start it, Now.

Setiap manusia, pasti sering mendengar perkataan: "lepas ramadhan, kita memperoleh kemenangan". Tapi sebenarnya, apa sih arti kemenangan yang dimaksud di kalimat ini? Nah arti dari kemenangan ini adalah, ketika kita bisa menang melawan hawa nafsu kita, menang melawan emosi kita, dan menang melawan diri kita sendiri. Maksud menang melawan diri sendiri, adalah ketika kita mampu, meredam keinginan yang berlebihan dari dalam diri kita.
Nah, kalau yang namanya kebangkitan ini sendiri, pastinya kita sering dengar kata-kata kebangkitan, entah itu kebangkitan bangsa, kebangkitan timnas, atau kebangkitan dari kubur. (lho, serem cuy) nah, kebangkitan ini sendiri, memiliki arti bangun dari keterpurukan, dan memperbaiki kesalahan yang pernah diperbuat, guna menjadi orang yang lebih baik lagi.
Tapi, taukah teman-teman semua, kalau misalnya kemenangan dan kebangkitan itu memiliki korelasi alias hubungan yang bisa dibilang saling berkaitan seperti aku padamu? (eh)
Hubungannya adalah, kita harus bangkit dari keterpurukan yang sedang melanda kita saat ini, untuk memperoleh kemenangan. Kenapa saya bilang kita sedang terpuruk? Karena saat ini, bisa dikatakan perekonomian kita sedang terpuruk. Sektor penyumbang terbesar dalam perekonomian negara, saat ini sedang 'dimatikan sementara'. Jadi, kita harus bangkit, dan bertahan dari kondisi ini, sehingga kita dapat memperoleh kemenangan yang gilang gemilang dari keterpurukan ekonomi dan selamat dari kehancuran negara.
Akhirnya, saya ucapkan, selamat hari kebangkitan Nasional, dan selamat Hari raya Idul fitri 1441 H, semoga Allah berkahi kita selalu.. ciao..

Rabu, 15 April 2020

Ramadhan, Corona, dan PSBB

Selamat datang lagi di Blog saya.. Setelah lama tidak update, dikarenakan tugas yang menumpuk seperti perasaan ini padamu.. (eh) saya kembali dapat menulis di blog ini. Kali ini, tema yang akan dibahas, adalah tentang Ramadhan, Corona dan PSBB. (PSBB ya, bukan PBB.. bedanya sama PBB, adalah kalau PSBB dia lebih dingin, karena pakai es..) ini dia..
Saya tertarik membahas tiga hal ini, karena beberapa hari lagi, bulan Ramadhan yang mulia, akan datang menghampiri kita. Bulan Ramadhan edisi tahun ini, akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena saat ini, kita berada dalam kondisi pandemi COVID-19. dan akibat yang ditimbulkan dari COVID-19 ini adalah berlakunya PSBB (Pada Stress Bareng-Bareng, eh.. Pembatasan Sosial Berskala Besar maksudnya). Langkah dalam melakukan pemutusan rantai virus ini pun beragam, mulai dari yang masuk di akal, sampai.. yang paling lucu.. tapi, ya sudahlah, semua akan ada hitungannya sendiri-sendiri. Satu hal yang pasti, Ramadhan akan datang sebentar lagi, Mari siapkan hati kita, semoga Allah selalu memberikan hidayah dan petunjuk kepada kita.. Saya selaku Admin dari blog ini, mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga Allah berkahi kita selalu.. dan satu hal yang tak kalah penting, semoga Corona cepat berlalu, sehingga kita dapat beribadah seperti biasa.. Ciao..

Sabtu, 14 Maret 2020

Indonesia di Lockdown, Bagaimana Nasib Negara?

Kali ini, saya tertarik untuk membahas tentang Colorna, eh Corona maksudnya. Kali ini, ada satu berita yang cukup membuat saya cukup herman. eh, heran maksudnya. Dimana pemerintah mempertimbangkan akan melakukan lockdown terhadap Indonesia. tapi, sebelum kita bahas tentang "inovasi" pemerintah ini, saya akan jelaskan sedikit tentang lockdown, dan bedanya antara isolasi dan karantina. Menurut artikel yang saya baca dari harianhaluan.comLockdown merupakan tindakan darurat atau kondisi saat orang-orang untuk sementara waktu dicegah memasuki atau meninggalkan area atau bangunan yang telah ditentukan selama ancaman bahaya berlangsung. Kemudian, saya mengutip dari KBBI Online, isolasi adalah pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dari manusia lain. kemudian, untuk karantina sendiri, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) karantina adalah memisahkan dan membatasi pergerakan seseorang yang terpapar penyakit, tetapi tidak memiliki gejala. Tujuannya untuk mencegah kemungkinan adanya penyebaran penyakit.
Berbicara soal Lockdown, dimana pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk melakukannya, (silakan klik tulisan yang berbeda warna untuk membaca beritanya ya!) saya merasa, bahwa langkah ini merupakan suatu bukti, bahwa pemerintah terlalu panik dalam menghadapi serangan virus COVID-19 ini. (ini sekadar pendapat saya, tanpa niat mengkritik siapapun) alasan saya sederhana saja, kalau negara ini di lockdown, lantas perekonomian negara ini bisa lumpuh total, dan otomatis, negara ini seperti negara "mati", tanpa adanya aktivitas dari masyarakat yang notabene ikut membantu membangun negara. Lantas, ini yang jadi pertanyaan dalam benak saya juga, bagaimana nasib negara kita? Apakah mau seperti negara yang "mati"? Atau apa? kita lihat saja, semoga pemerintah bisa matang dalam mengambil keputusan demi keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia.
Jikalau seandainya lockdown dilakukan pun, saya berharap kepada seluruh jajaran pemerintah, agar tetap menjamin bahwa negara akan tetap baik-baik saja.
Demikian, semoga menginspirasi. ciao...

Senin, 09 Maret 2020

KPK Matikan Nilai Religiusitas? What's Next "Innovation"?

Kali ini, setelah saya membahas virus COVID-19, saya akan membahas tentang KPK yang mematikan sisi religiusitas nya. Let's talk about it!
Hari Ahad pagi, tanggal 8 Maret 2020, saya membaca satu artikel berita yang cukup menarik perhatian saya, sebagai seorang jurnalis, mahasiswa, dan juga masyarakat Indonesia. Isi artikel yang saya baca tersebut berisi tentang KPK Hapus Nilai Religiusitas dan digantikan oleh nilai sinergi. (artikel ini tayang di website tempo dengan judul: "KPK Hapus Nilai Religiusitas, Eks Penasihat Sebut Sakaratul Maut") Silakan klik tulisan berwarna ungu untuk melihat link artikelnya ya.
Saya sebagai jurnalis, mahasiswa, dan terutama masyarakat Indonesia, merasa sangat kecewa, kepada tim ahli, yang telah menghilangkan nilai religiusitas dari kode etik KPK. Hal ini otomatis, menurut pendapat saya, merupakan satu langkah yang menunjukkan, bahwa KPK sudah tidak sesuai dengan Pancasila Indonesia, Alasan saya sederhana saja, bahwa sila pertama di dalam Pancasila ini adalah ketuhanan yang maha esa, dalam sila ini, terdapat nilai religiusitas yang sangat dijunjung oleh masyarakat Indonesia. Tapi pertanyaannya, kenapa nilai religiusitas itu harus dihilangkan? Menurut saya, itu tidak perlu dihilangkan, karena menurut saya, Nilai religiusitas (Nilai ajaran agama manapun) itu harus ada di atas hukum. (religion above law). saya rasa dalam agama manapun, tidak ada diajarkan tentang korupsi, dan segala macam praktik hal-hal yang buruk. Saya sependapat dengan eks penasihat KPK, Bapak Abdullah Hehamahua yang mengatakan, bahwa matinya nilai religiusitas ini merupakan "bom waktu" kehancuran KPK.
Semoga saja, hal ini tidak terjadi, karena KPK merupakan ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia. Kita sama-sama berharap, agar semua elemen mampu memberantas korupsi dari tingkat dasar (organisasi terkecil), hingga ke pemerintahan. Kalau misalkan yang kecil saja sudah ada praktek korupsi, kenapa heran kalau pemerintahan banyak yang korupsi?
Sekian, semoga bermanfaat dan menginspirasi. Saya menulis semata-mata hanya menyalurkan pendapat saya pribadi, tanpa maksud mengkritik siapapun. Ciao..

Bukan Sekadar Ijab Kabul: Menghidupkan Makna Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah dalam Pernikahan

 Hello world! Semoga sehat dan bahagia. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam pernikahan. ...