Minggu, 14 Juli 2019

Kecurangan yang Terkalahkan

Di post kali ini, saya akan sedikit cerita tentang hakikat kecurangan yang akan kalah. Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh dan tempat, itu di luar unsur kesengajaan. (udah kayak sinetron ya). 
Dahulu, ada seorang anak yang sangat tampan (kata yang ngarang sih begitu) namanya adalah Jono, lengkapnya, Jono Joni Jontor (kayak judul film lama ya?) Nah, Jono ini sangatlah berani dalam mengungkapkan pendapatnya, saking beraninya, dia kadang-kadang sedikit menyindir orang yang mengajaknya bicara. "Itu karena saya sedikit kritis dalam memandang satu masalah" katanya ketika dia ditanya mengapa dia bisa berani dalam berpendapat.
Satu ketika, desanya, yang bernama Desa Suka Kamu mengadakan pemilihan kepala desa. Ada 2 calon yang memperebutkan kursi kepala desa. Calon pertama bernama Mena, Lengkapnya, Menangislah Sebelum Menangis Itu Dilarang (aneh ya? udah kayak warkop DKI). sedangkan yang kedua bernama Ciro, Lengkapnya, Jaenuddin Ngaciro. 2 orang ini memiliki sifat yang berbeda, Mena adalah seorang yang amat tertib, dan jujur. sedangkan Ciro sebaliknya, dia suka melakukan kecurangan, tidak jujur, dan seorang yang bermulut besar. 2 orang ini sangat dikenal baik oleh Jono.
Satu ketika, Ciro menghasut masyarakat agar tidak memilih Mena sebagai kepala desa. Alasannya, karena Mena kurang berpengalaman dan hanya lulusan S1, sedangkan Ciro sudah menjadi professor dengan peringkat cumlaude. Akhirnya, warga yang mudah terhasut pun terpengaruh oleh omongan Ciro. Namun, pada saat pemilihan, Ciro kalah suara tipis sekali dengan Mena. Ciro yang terkejut terheran-heran menanyakan kepada pemilihnya, mengapa tidak semua warga memilih dia. Ada salah satu warga yang mengatakan bahwa Ciro hanyalah seorang pembohong besar dan kurang pantas menjadi kepala desa. Mendengar itu, Ciro pun kesal, dan bertanya tentang siapa yang memberi tahu hal itu. Sontak saja mendengar hal itu, Jono menjawab bahwa dia lah yang memberi tahu hal itu. Jono sudah tau bahwa Ciro akan melakukan penghasutan kepada warga. Akhirnya, Jono pun langsung meminta warga agar tidak mudah percaya dengan omongan Ciro. Akhirnya, Jono pun mendapatkan hadiah berupa tembakan yang hampir menewaskan dirinya. Untung saja, petugas kesehatan langsung sigap membawa Jono ke rumah sakit. Di rumah sakit, Jono mendengar bahwa Mena membutuhkan dirinya sebagai penasihat. Jono pun berjanji bahwa kalau dia sudah sehat, maka dia akan membatu Mena. Setelah beberapa pekan, Jono pun diperbolehkan pulang. Jono pun mencari Mena, setelah bertemu, Jono menanyakan tentang Ciro. Muna mengatakan bahwa Ciro sekarang sudah mendekam di hotel prodeo atas tuduhan penipuan. Akhirnya, Mena dan Jono memimpin desa Suka Kamu dengan penuh keadilan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Sekadar Ijab Kabul: Menghidupkan Makna Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah dalam Pernikahan

 Hello world! Semoga sehat dan bahagia. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam pernikahan. ...