Jumat, 12 Juli 2019

Karena Hidup Adalah Pilihan

Kali ini saya akan berbicara mengenai pilihan. Mengapa saya memilih topik ini? Karena memang, sejatinya dalam kehidupan kita selalu dihadapkan dengan pilihan. Apakah kita mau menjadi baik atau buruk, atau bahkan, dalam urusan pasangan pun, kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Kita dapat ambil contoh seperti ini: "Jika si A, dia serius denganmu, dia berjuang untukmu, dia benar-benar sayang padamu. sedangkan si B, dia hanya memanfaatkanmu saja, tidak terlalu peduli denganmu, dan sedikit bersikap egois padamu. Maka, mana yang akan kamu pilih?? Tentunya, sudah menjadi rahasia umum, apabila di dalam setiap pilihan pasti mengandung konsekuensi (karena kalau mengandung anak manusia, maka dia sudah dapat dipastikan adalah ibu hamil, dan apabila dia mengandung babi, sudah dapat dipastikan dia adalah induk babi dan haram). Pastinya, kita cukup bingung dengan berbagai macam pilihan yang ditawarkan kepada kita. Nah, topik yang akan saya angkat dengan tinggi tapi tidak ketinggian (karena kalau sudah ketinggian nanti susah turunnya) kali ini adalah "bagaimana caranya, agar kita tidak salah memilih?" dan "apa cara yang harus ditempuh apabila kita sudah terlanjur salah memilih?" Penasaran? Let's check this out, fellas!

Berbicara mengenai pilihan, saya akan membahas sedikit tentang pembagian pilihan. Pilihan berdasarkan jangka waktunya, dibagi menjadi 3 (karena banyak orang yang harus memilih banyak pilihan, maka cukup dibagi 3 saja, kalau dibagi 2 terlalu besar, dibagi 4 terlalu kecil). ada pilihan untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. contoh pemilihan jangka pendek adalah, apa yang akan kita lakukan ketika kita baru bangun dari tidur kita. apakah kita akan tidur lagi dan melanjutkan mimpi, atau kita akan bangun lalu mewujudkan mimpi kita saat tidur tadi. Nah untuk pilihan jangka menengah, salah satu contohnya adalah: ketika kita ingin berangkat untuk bekerja atau kuliah, maka pakaian seperti apa yang akan kita gunakan? Apakah kita akan menggunakan baju warna-warni dengan celana polkadot? atau kemeja formal dengan celana bahan? atau berpakaian casual dengan celana denim dan kaus berkerah? Kemudian, untuk pilihan jangka panjang, ada satu contoh yang sederhana, namun terkadang, kita cukup sering kurang cakap memilihnya, yaitu memilih pasangan hidup. Nah, agar tidak bingung, (karena kalau bingung nanti harus pegangan, biar ga pusing) saya akan berikan sedikit tips and trick untuk mencegah kebingungan ini.
1. Lihatlah, apakah pilihan kita itu sesuai dengan diri kita.
Seringkali, kita memilih atas dasar keinginan semata, begitu dilakukan, ternyata kurang atau bahkan tidak sesuai dengan diri kita. Nah, untuk hal seperti ini, bisa dilihat dengan cara kita lebih mengenali diri kita, bakat apa yang ada dalam diri kita
2. Pikirkan efek jangka panjangnya
Tentunya, ini cukup dan amat sangat penting, sebelum kita memutuskan hubungan ini (lho, kok baper ya?) maksudnya, kita harus memikirkan efek jangka panjang, terhadap keputusan yang kita ambil. Jikalau kau cinta (lah kok jadi lagunya Judika ya?) Jikalau efeknya buruk bagi kita, lebih baik pikirkanlah kembali Snoopy!

Tadi sudah dibahas mengenai tips and trick kalau kita bingung memilih satu pilihan. Sekarang akan saya bahas mengenai cara yang harus ditempuh apabila sebuah mobil melaju dalam kecepatan 60 km/jam, berapa waktu yang diperlukan untuk mencapai jarak 180 km? (Lah, kok jadi soal Matematika?) tips and trick mengenai apa yang harus dilakukan apabila kita terlanjur salah memilih maksudnya.
Nah, kalau sudah terlanjur salah memilih, kita coba mengubahnya, caranya, yaitu dengan beradaptasi, kemudian coba mengubahnya sedikit sedikit.
Intinya, jadilah orang yang pintar dalam menentukan pilihan, karena, hidup adalah pilihan.
Semoga menginspirasi.. Ciao!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Sekadar Ijab Kabul: Menghidupkan Makna Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah dalam Pernikahan

 Hello world! Semoga sehat dan bahagia. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam pernikahan. ...